A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Publikasi
 ► Galeri
 ► Profesi
 ► Guru-Dosen
 ► Pemuka
 ► Katolik
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Kirim Pesan
 ► Lihat Pesan
 ► Redaksi
 

 
  C © updated 2403205  
   
  ► e-ti/  
  Nama:
Dr William Chang
Lahir:
-
Karir:
- Rektor Sekolah Tinggi Teologi Pastor Bonus Pontianak
- Pengamat masalah sosial

 
 
     
 
PUBLIKASI

 

William Chang

The Passion of The Poor


Film The Passion of Christ menuai protes (termasuk kelompok Yahudi) yang menyadari ketaklayakan perilaku sadistis dan kejam nenek moyang orang Israel. Kebencian kaum Farisi, Herodian, imam-imam Yahudi, dan penguasa politik menyulut orang dengan teriakan, "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!" Ibarat anak domba digiring ke pembantaian, Bukit Tengkorak.

Kecemburuan, persaingan, dan perebutan kuasa di bidang sosial-politik sudah menjadi tradisi. Kaisar-kaisar di Tiongkok, misalnya, tak jarang menggunakan tangan besi dalam membangun Tembok Raksasa (sejak Dinasti Zhou). Raja-raja kawasan Timur Tengah terkenal kelazimannya berperang dengan tetangga. Kekaisaran Romawi pun berusaha mewujudkan mimpi imperium romanum, seperti terukir pada tembok dekat Colloseum–Roma.

Selaku pengatur siasat berdarah dingin (rela membunuh tiga anaknya!) yang tak pernah merasa bersalah, otokrat yang licik dan haus kuasa, rex socius Roma, Herodes Agung (35-24), sejak awal berusaha menangkap dan membunuh Yesus yang dianggap saingan dan ancaman yang akan melengserkan kedudukannya. Kekejaman berakar pada kuasa dan ambisi. Kaisar disembah. Tempat pornografi dihalalkan. Politik "cuci tangan" diajarkan kepada Pontius Pilatus sehingga orang kecil harus bertanggung jawab atas keputusan hukuman mati.

Politik pengerahan massa mencerminkan paradoks dalam keputusan Pontius Pilatus. Benarkah rakyat menghendaki Sang Tabib dan Tukang Mukjizat mati disalibkan? Semasa hidup, Sang Tabib justru melakukan karya-karya kemanusiaan, menolong orang lapar, menyembuhkan orang sakit, mengusir iblis, merangkul orang kecil yang menderita karena status hidup sosialnya rendah, miskin dan tidak adil.

Kritik sosial

The Passion of Christ bagian dari the passion of the poor karena si "tertuduh" memiskinkan diri di tengah perebutan kuasa dan kekayaan. Kaum anawim (kaum miskin) umumnya menangani pekerjaan rendah dan kasar, seperti nelayan, buruh, tukang bangunan, peternak dan gembala yang tak kenal pendidikan tinggi. Sebagai kelompok buta hukum, mereka sering menjadi cambuk dan korban manipulasi hukum.

Kaum anawim tak memiliki jaminan sosial apa pun. Mereka bisa hidup bila benar-benar bekerja memeras keringat. Kais pagi makan malam. Kais malam makan pagi. Hidup mereka amat tergantung kelompok lebih kaya dan berkuasa. Kadang hidup mereka dililit utang. Mengadu untung termasuk filsafat hidup anawim. Akibat buah mismanagement manusia, kemiskinan menjadi kritik atas hidup kaum berada. Mengapa kaum anawim dicengkam kemiskinan, sedangkan yang lain dibanjiri kemakmuran?

Sebagai protes sosial, kedudukan kaum anawim adalah mendesak manusia mewujudkan "keadilan sosial" di tengah masyarakat majemuk. Penegak hukum-hukum positif memperjuangkan dan meneriakkan perwujudan keadilan sosial.

Pembebasan "the poor"

Pemberitaan tentang Ambalat, yang mendatangkan hikmah bagi bangsa, belakangan berhasil menggeser masalah utama BBM. Dampak sosial penaikan harga BBM telah terasa. Harga-harga barang mulai merangkak naik. Mereka yang berpenghasilan kecil, khususnya kaum anawim yang tinggal di pedesaan, pinggiran, bahkan di jantung kota, akan disalibkan oleh kebijakan ini selagi korupsi belum benar-benar diberantas.

Sementara itu, sejumlah warga memanfaatkan kesempatan ini dengan mempermainkan stok BBM (oknum kepolisian pun terlibat kasus ini!), stok minyak tanah nihil, mencampurkan minyak tanah ke bensin atau solar, mempermainkan harga pasaran dan menguras keuntungan dalam krisis ekonomi. Apakah pengambil kebijakan memantau situasi pahit ini di lapangan? Sanksi apakah yang dikenai bagi mereka yang mencari keuntungan di tengah krisis sosial ini?

Paskah termasuk peristiwa pembebasan spiritual manusia dari aneka proses pematian sosial. Kaum anawim yang tersebar merata di seluruh tanah air masih dililit aneka bentuk penindasan. Proses pembebasan ini mengandaikan prakondisi sosial yang adil, jujur, transparan, dan mengutamakan kepentingan serta kesejahteraan umum. Paskah mewariskan semangat eksodus kaum anawim kita, yang sudah lama dibiarkan berjuang tanpa perhatian semestinya dari pihak pengendali pemerintahan.

Salah satu kendala utama dalam mewujudkan pembebasan holistik manusia dari aneka penindasan adalah ketakberdayaan masyarakat bawah menghadapi sistem sosial korup yang tertanam sejak lama. Karena itu, yang perlu segera turun tangan membebaskan kaum anawim adalah pemegang roda pemerintahan dari pusat hingga daerah.

Para pemimpin daerah dan kepala-kepala dinas bukan hanya menikmati kursi empuk, tetapi perlu melihat hidup masyarakat yang sebenarnya. Mungkinkah The Passion of the Poor akan berlalu jika sistem kontrol pemerintah pusat masih lemah, penegakan hukum belum tegas dan korupsi masih tumbuh subur? (Kompas, 24 Maret 2005)
 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)