| |
C © updated 25082007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Gordon Tobing
Lahir:
Medan, 25 Agustus 1925
Meninggal:
Jakarta, 13 Januari 1993
Istri:
Theresia Hutabarat
Anak:
Dua orang
Ayah:
- Romulus Lumbantobing
Profesi:
- Musisi Lagu-Lagu Rakyat
- VG Impola
|
|
| |
|
|
|
|
| GORDON TOBING HOME |
|
|
 |
Gordon Tobing (1925-1993)
Legenda Folk Song Batak
Gordon Tobing, musisi Batak legendaris. Bersama grupnya, Gordon telah
memopulerkan lagu-lagu rakyat Batak ke seantoro dunia. Kepiawaian
menyanyikan lagu rakyat Batak (Tapanuli) telah menggetarkan jutaan orang
di puluhan negara di lima benua yang telah disinggahinya. Puluhan kepala
negara telah menyambutnya dengan apresiasi yang amat berkesan.
Gordon, putera bangsa kelahiran Medan, 25 Agustus 1925, dibesarkan dalam
keluarga pemusik. Ayahnya Romulus Lumbantobing juga seorang pemusik/komposer
terkenal pada jamannya, dan pencipta lagu Arga Do Bona Ni Pinasa. Bakat
musik ayahnya diwarisi Gordon. Sejak kecil, Gordon telah digembleng
bermain musik dan olah vokal oleh ayahnya.
Gordon yang tidak pernah memperoleh pelajaran musik secara formal,
tahun 1950 merantau ke Jakarta. Di Jakarta ia sempat berpindah-pindah
pekerjaan, di anataranya sempat bekerja sebagai karyawan perusahaan Film
Negara. Tapi lantaran merasa tidak cocok dengan pekerjaan itu, kemudian
ia pindah ke RRI (Radio Republik Indonesia).
Di RRI Gordon mulai merasa menemukan dirinya sendiri. Dia
berkesempatan berjumpa dengan seniman- seniman musik terkenal seperti
Iskandar dan Sudharnoto. Kesempatan itu tak disia-siakan untuk
mengembangkan bakat musiknya. Dia pun membentuk Kelompok Padua Suara dan
Vocal Group, di antaranya VG "Sinondang".
Tak berapa lama, VG Sinondang bubar, kemudian Gordon membentuk
VG "Impola" (bahasa Batak artinya : inti yang terbaik dari yang terbaik).
Vokal Grup Impola inilah yang membuat Gordon dan istrinya Theresia
Hutabarat menjadi sangat terkenal sejak tahun 1960 an. Bersama VG Impola,
dia menjelajah banyak negara. Bahkan MC (Master of Ceremony) terkenal
Koes Hendratmo dan Hakim Tobing sempat ikut bergabung dalam VG Impola.
Sebagai pemusik dan pelantun lagu-lagu rakyat (folk song), Gordon memang
pantas disebut sebagai musisi legandaris Batak. Dia konsisten dalam
jalur lagu-lagu rakyat, tidak pernah pindah ke blantika musik pop
atau profesi lain, kendati kesempatan untuk itu terbuka baginya.
Salah satu lagu yang amat disenangi Gordon dan selalu dinyanyikannya,
baik di dalam negeri maupun di luar negeri adalah lagu A Sing Sing So,
ciptaan Boni Siahaan. Sehingga lagu ini menjadi terkenal di banyak
negara.
Sebagai musisi lagu-lagu rakyat (folk song), Gordon Tobing bisa
menyanyikan banyak lagu rakyat dari mancanegara. Dia memang telah
berkeliling dunia. Tahun 1953 ia telah mentas di Moskow, disusul tahun
1960 di RRC, mendahului kunjungan Presiden Soekarno ke negara tersebut.
Takkala mendarat di bandar udara, Bung Karno terkesima saat mendengar
Gordon Tobing menyanyikan lagu A Sing Sing So) di bandara. Presiden
pertama RI itu heran, dan bertanya pada ajudannya: "Siapa yang
menyanyikan Lagu Batak disini?". Setelah ajudan mengecek siapa yang
menyanyi itu dan melaporkannya kepada Bung Karno, spontan Presiden
berkomentar:"Luar biasa dia dengan lagu rakyat Gordon bisa sampai disini".
Sejak itu Bung Karno "Jatuh Hati" kepada Gordon dengan grup Impolanya.
Itulah Gordon Tobing yang dengan totalitasnya dalam jlur lagu-lagu
rakyat menjadi terkenal di seantero mancanegara. namanya tetap harum
dikenang, kendati ia telah meninggal dunia hari Rabu 13 Januari 1993,
secara mendadak. Ia hanya sempat mengeluh dadanya sesak saat menyaksikan
acara film televisi Another World, kesukaannya, pada Selasa tengah
malam. Tiba-tiba ia berkata mengeluh kepada istrinya, bahwa dadanya
terasa sesak. Tidak berapa lama, Gordon menghembuskan nafas terakhir
dalam pelukan istrinya tercinta Theresia Br.Hutabarat. ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|